Bio Farma Tambah Fasilitas Produksi Vaksin

Ketua Dewan Australia untuk Pembangunan Internasional Marc Purcell mengatakan komitmen ini bagus buat tetangga Australia, untuk keamanan kesehatan regional dan bagi warga Australia sendiri. “COVID-19 tidak akan berakhir bagi negara tertentu sampai semuanya berakhir di negara lain. Komitmen kali ini memberikan harapan bagi warga di negara-negara yang mungkin tidak akan mendapatkan vaksin,” katanya. Kalangan LSM menyambut baik komitmen ini, setelah sebelumnya mengkritik kebijakan PM Morrison memotong bantuan pembangunan untuk negara berkembang. Pernyataan ketiga menteri menyebutkan komitmen sebesar Rp5 triliun ini merupakan tambahan atas komitmen bantuan sebelumnya, serta tidak akan mengurangi program bantuan pembangunan lainnya.

Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin. Ya, seseorang yang pernah tertular COVID-19 tetap perlu mendapatkan vaksin untuk mendapatkan perlindungan maksimal. Penyitas COVID-19 bisa jadi memiliki kekebalan alamiah terhadap virus ini, akan tetapi belum diketahui seberapa lama kekebalan itu bertahan atau seefektif apa perlindungannya. Para ahli di seluruh dunia terus mempelajari dampak varian baru terhadap perilaku virus, termasuk potensi dampaknya terhadap efektivitas vaksin COVID-19. UNICEF hanya akan mengadakan dan menyuplai vaksin COVID-19 yang memenuhi kriteria keamanan dan efikasi yang ditetapkan oleh WHO serta yang telah mendapatkan persetujuan resmi dari otoritas nasional.

Indonesia sedang memproduksi vaksin

Program vaksinasi tersebut akan ditopang oleh serangkaian kebijakan yang telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu. Di akhir pernyataannya, Airlangga mengajak Rusia untuk bekerjasama mempercepat pemulihan ekonomi nasional pasca Covid-19. Dalam sambutannya, Airlangga, atas nama Golkar dan Menko Perekonomian RI, menyambut baik kerja sama tersebut. Terlebih Indonesia dan Rusia memiliki hubungan yang sudah terjalin selama 70 tahun.

Untuk informasi lebih jauh tentang cara kerja vaksin, silakan kunjungi situsWHO. Vaksin bekerja dengan cara meniru agen penyakit—baik berupa virus, bakteri, maupun mikroorganisme lain yang bisa menyebabkan penyakit. Dengan meniru, vaksin ‘mengajarkan’ sistem kekebalan tubuh kita untuk secara spesifik bereaksi dengan cepat dan efektif melawan agen penyakit. Selain itu, apoteker juga dapat membantu mempertimbangkan keamanaan dari vaksin yang nantinya akan disebarluaskan kepada masyarakat. Riset-riset akademis dari para apoteker kemudian akan membantu para praktisi untuk membuat vaksin dan melakukan pemeriksaan terhadap efektivitas vaksin tersebut.

Vaksin buatan mereka diklaim dapat mencegah virus covid dengan tingkat keefektifan hingga 90 persen banyaknya. Menurut ahli farmakologi, Prof dr. Taruna Ikrar MPharm, MD, PhD, Indonesia memiliki peluang untuk memproduksi vaksin untuk virus corona jenis baru itu. Bahkan, jika memang berhasil, maka perusahaan Biofarma bisa memproduksinya secara besar-besaran. Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) menargetkan uji klinis vaksin virus corona merah putih buatan Indonesia akan dilakukan pada awal tahun depan. Arya menyebut, Bio Farma memiliki kemampuan dalam melakukan uji klinis terhadap vaksin. Menurut Arya, Bio Farma memiliki reputasi yang baik di kancah internasional yang mampu memproduksi dan uji klinis vaksin.

Ketiga, PT Kalbe Farma dengan Genexine dari Korea Selatan dengan target persetujuan izin edar pada Agusus 2021. Keempat, kolaborasi Bio Farma dengan The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations . Bio Farma telah masuk dalam manufaktur yang berpotensi untuk memproduksi vaksin Covid-19. Jalur kedua, pemerintah juga sedang berupaya mengembangkan vaksin sendiri terutama dari virus SARS Cov-2 yang bertransmisi di Indonesia. Vaksin buatan Indonesia ini disebut vaksin merah putih, dan saat ini sedang dipersiapkan di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Nasional. Dia merasa pemerintah perlu mengintervensi dan mendorong riset produksi vaksin Merah Putih.

Ketua Umum Golkar mengatakan, sejumlah capaian kerja sama antara Indonesia-Rusia salah satunya dalam penguatan investasi. ‌Jakarta (beritajatim.com) – Partai Golkar dan salah satu partai dari negara sahabat Rusia, United Russia Party menandatangani kerja sama bilateral di berbagai sektor. Lebih lanjut Wihaji mengatakan bahwa perusahaan itu mempu menghasilkan produk selain miniatur mobil.

Atas capaian ini, akhirnya Sinovac resmi dibentuk pada 2001 dengan memproduksi dua kategori vaksin, yakni vaksin untuk influenza dan vaksin untuk hepatitis. Selama perjalanannya, perusahaan telah mengembangkan dan mengomersialkan enam vaksin yang digunakan manusia KONG4D dan satu vaksin untuk hewan. Di antaranya adalah vaksin hepatitis A dan B, influenza H5N1 , vaksin gondok, dan vaksin rabies anjing. Namun, selama masa pandemi vaksin bisa segera digunakan dengan tujuan darurat tanpa harus mendapatkan persetujuan resmi.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, menyampaikan bahwa Indonesia dikejar waktu untuk segera menemukan vaksin. Lebih lanjut beliau menjelaskan bagaimana perkembangan kandidat vaksin di dunia saat ini, “Sudah sangat jelas kita dikejar waktu, goal waktu itulah yang harus diselesaikan. Dari sepuluh kandidat vaksin yang masuk di WHO saat ini, dilakukan dengan pendekatan empat karakter yang berbeda. Baik itu melalui karakter Vaksin Virus, melalui Vaksin Viral-Vector, Vaksin Asam Nukleat, maupun Vaksin berbasis protein. Saya lihat yang paling cepat saat ini Bio Farma dengan Inactiv Virus bersama Sinovac atau Sinopharm China dengan juga melibatkan alih teknologi.

Angka tersebut muncul mengingat bahwa kemampuan produksi vaksin tidak akan selesai dalam waktu yang singkat dan dapat menjangkau seluruh masyarakat dunia yang terdampak. WHO sendiri sebagai organisasi kesehatan dunia memegang prinsip some people in all countries bukan all vaccine for all people in some countries. Artinya vaksin yang disediakan itu hanya untuk sebagian orang tapi di seluruh negara, bukan semua vaksin diberikan kepada semua orang di sebagian negara. Sehingga menjadi wajar jika skema yang didapatkan oleh Indonesia adalah sebesar 20% dari complete populasi. “Saat ini dunia sedang berusaha untuk menemukan vaksin Covid-19 dengan segala jenis platform. “Ada beberapa produsen yang siap memproduksi tetapi mereka belum memiliki izin atau fasilitas produksi. Oleh sebab itu, jangka panjang ini harus kita siapkan tidak hanya dari kapasitas tetapi juga teknologi,” tandasnya.