Sadarkan Masyarakat Pentingnya Memakai Masker, Polsek Lemahwungkuk Laksanakan Patroli Sosialisasi 3m

“Kita ingin semua yang mengetahui informasi sadar dan bersama-sama berkontribusi untuk mencegah Covid-19 ini menyebar luas dan sebisa mungkin kita tekan,” ujarnya. Mataram – – Right To Know Day atau Hari Hak Untuk Tahu sedunia ke-18 yang jatuh pada tanggal 28 September tahun ini diperingati oleh Komisi Informasi dan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB dengan sedikit berbeda. Pasalnya, pandemi covid-19 tengah melanda seluruh belahan dunia yang menuntut masyarakat untuk hidup dengan tatanan normal baru.

Baik bagi orang yang sehat, maupun bagi orang yang kurang sehat atau memiliki gejala COVID-19. Wabup menyatakan, pasar adalah salah satu tempat paling tinggi untuk penularan Covid-19, sehingga pihaknya berusaha mengajak masyarakat senantiasa waspada dan disiplin protokol kesehatan manakala beraktivitas di luar rumah. Terlepas dari segala perdebatan mengenai pakai masker saat berkendara sendiri, kesehatan Anda merupakan hal yang jauh lebih penting. Tetaplah menerapkan protokol kesehatan pada setiap kegiatan yang Anda lakukan baik di rumah maupun luar rumah. Pastikan asupan vitamin dan suplemen selalu sedia dimana dan kapan pun kalau begini #SehatJadiMudah.

Imadatul Millati seorang Mahasiswi UNS Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan dosen pembimbing Prof.Dr.Wakit, M.Hum melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Era Covid19. Kegiatan KKN ini dilaksanakan di Desa Kasiyan RT.02/RW.01 Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati selama 32 hari. Pembagian masker ini berawal dari keprihatinan mahasiswa UNS ini karena masih banyak warga yang tidak menggunakan masker saat keluar baik dalam jarak dekat maupun jauh. Pembagian masker dilakukan secara door to door dan sekaligus memberi penjelasan tentang pentingnya memakai masker.

Oleh karena itu seseorang yang melakukan kegiatan diluar rumah harus menaati peratuan yang berlaku terkait mencegahan pandemik COVID-19 agar bisa melindungi dirinya dari penyebaran virus Corona. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Ari F Syam juga mengatakan masyarakat dianjurkan menggunakan masker. Mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir sangat penting untuk membantu membasmi virus, serta kuman atau bakteri penyakit yang mungkin ada di tangan. Dengan menggunakan masker, maka anda telah melakukan salah satu upaya pencegahan untuk meminimalisir penyakit. Selain itu anda juga bisa tetap sehat setiap hari dengan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat.

Selain cara memakai masker, maka perlu diperhatikan bagaimana kita melepas masker yang sudah dipakai dengan tujuan mikroorganisme tidak menyebar. Setelah dikonfirmasi dari para ilmuwan tersebut, Amerika Serikat kini menganjurkan warganya mengenakan masker. Kekurangan dari masker ini adalah agak sedikit longgar ketika digunakan, sehingga memungkinkan partikel kecil atau udara masuk melalui sisi tepi masker. Pasalnya, respirator telah dirancang agar dapat melekat sempurna pada wajah dan tidak menyisakan celah sedikitpun bagi virus untuk masuk. Nama N95 sendiri berasal dari kemampuan masker ini untuk menyaring 95 Daftar Slot Online Terpercaya 2021 persen partikel udara.

Sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI, masyarakat disarankan untuk memakai masker kain ketika harus bepergian ke luar rumah, misalnya saat harus bekerja atau membeli kebutuhan bulanan. Masker kain tetap dapat menghalau sebagian percikan air liur yang keluar saat berbicara, menghela napas, ataupun batuk dan bersin. Jadi jika digunakan dengan benar, masker ini tetap dapat mengurangi penyebaran virus Corona di masyarakat, terutama dari orang yang terinfeksi virus namun tidak memiliki gejala apa pun.

Penting nya memakai masker

Jika masker bedah mampu menangkis virus hingga 89 persen, maka lap dapur memiliki efektivitas 73 persen sedangkan kain katun berfungsi hingga 70 persen. Kain linen dan sarung bantal, di lain pihak, efektif menangkal kuman dan virus hingga 62 persen dan fifty one persen. Nah jadi tahu kan bahwa kain masker mampu melindungi kita dari virus dan kuman hingga lebih dari 50 persen. Walaupun begitu, masker kain masih mudah ditembus virus ini dibandingkan masker bedah.