Varian Baru Virus Corona Di Asia Jadi Ancaman Bagi Dunia

Tahun sudah berganti, namun standing pandemi coronavirus illness 2019 (COVID-19) belum berakhir. Meski vaksin mulai tersedia, namun tetap banyak yang bertanya-tanya kapan kondisi yang tidak pasti ini akan benar-benar berakhir. Harianjogja.com tak hanya menghadirkan kabar seputar Jogja namun informasi nasional dan global. Nasih mengatakan sampel varian Alpha Covid-19 itu berasal dari spesimen Pekerja Migran Indonesia . Sehingga ketika hal itu diumumkan, bukan sengaja bertepatan dengan kasus yang sedang mengalami lonjakan sampai menjadi perhatian nasional. Varian yang ditemukan dari spesimen warga Bangkalan bukan termasuk dalam kasus yang terjadi baru-baru ini.

Dia mengatakan, bukan faktor virusnya saja, tapi juga soal varian mutan di Bangkalan juga harus ditunggu hasil identifikasinya dari ITD. “Karena tidak hanya pada pentingnya temuan tapi juga berbicara psikologis masyarakat,” ucap dr Muhammad Miftahussurrus. Perpanjangan PPKM Mikro dilakukan karena adanya tren kenaikan kasus corona.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan vaksin adalah intevensi yang sudah teruji manfaat kesehatan bagi masyarakat untuk menyelamatkan nyawa. Oleh karena itu, masyarakat disarankan tidak menunda vaksinasi atas dasar kekhawatiran varian baru yang muncul. Sekalipun vaksin mungkin kurang efektif terhadap beberapa varian virus Covid-19. Slot Online Terbaik Berdasarkan catatan WHO, mutasi dari varian virus Corona B117 sudah menyebar ke beberapa negara setidaknya 70 negara sudah terkonfirmasi. Mutasi dari Varian virus Corona B117 diyakini 70% lebih berbahaya dan menular dari virus asalnya. Jadi, baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun lansia, semuanya harus tetap melakukan pencegahan penularan COVID-19.

Seperti India, Brazil, Meksiko, Bangladesh hingga Negara tetangga Malaysia yang saat ini lockdown. Dampak lockdown tersebut, membuat para PMI pulang dan berisiko tinggi membawa varian baru Covid-19. Varian B.1617 di India , B.1351 dari Afrika Selatan dan B.117 dari Inggris . “Berita baiknya tidak ada satupun dari ketiga varian itu yang menyebabkan fatalitas atau tingkat kematiannya meningkat,” ujarnya. JAKARTA – Dosen Biologi Molekuler Unika Semarang yang juga Peneliti Stem Cell and Cancer Research Sugeng Ibrahim M Biomed mengatakan bahwa mutasi suatu virus, termasuk Virus Corona sebenarnya bukan hal yang luar biasa. Kematian keempat korban terjadi antara 5 dan 12 Mei, menurut Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat , sebuah badan pemerintah yang memberikan nasehat ke pemerintah pusat dalam keadaan darurat.

Dan ketika virus menyebar luas di populasi dan menyebabkan angka kasus yang tinggi, maka kemungkinan virus bermutasi juga meningkat. Diberitakan, varian baru virus Corona B117 Berasal dari Inggris saat diumumkan pada akhir tahun 2020. Ini merupakan penemuan pressure baru SARS-CoV-2 hasil mutasi dengan nama B117.

Usai dilakukan pemeriksaan genome sequencing, diketahui tiga varian tersebut berbahaya dan telah tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Prof. Nasih mengungkapkan, virus varian baru yang sudah muncul di masyarakat sudah ditemukan sebelumnya, yakni varian B.1.1.7 UK atau varian virus yang berasal dari Inggris. Sejak akhir April 2021 terjadi lonjakan kasus positif Covid-19, bahkan hampir dua kali lipat. Pertama kali terlihat di Brasil, ia juga memiliki mutasi E484K dan N501Y, dengan lebih dari 30 lainnya.

Beberapa varian baru covid

Yang kemudian dikumpulkan melalui GISAID, untuk mendalami pengaruhnya terhadap perilaku virus tersebut. JAKARTA, AYOBEKASI.NET– Dua kasus Covid-19 dengan varian baru telah ditemukan di Indonesia, varian ini dianggap jauh lebih berbahaya dan lebih menular dari virus asalnya. Dalam keterangannya soal penggunaan nama baru bagi varian-varian virus corona COVID-19 tersebut, WHO pun mendorong agar otoritas suatu negara, media dan lain-lain, mengadopsi pelabelan baru tersebut. Untuk pertanyaan lainnya seputar infeksi virus corona, Anda bisa konsultasi ke dokter lewat fitur LiveChat di Klikdokter.